Tampilkan postingan dengan label Tugas Kuliah Keamanan Jaringan Komputer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas Kuliah Keamanan Jaringan Komputer. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Juni 2012

Task 6 Konsep VPN

Edit Posted by with No comments

Pengertian VPN
VPN adalah singkatan dari virtual private network, yaitu Sebuah cara aman untuk mengakses local area network yang berada pada jangkauan, dengan menggunakan internet atau jaringan umum lainnya untuk melakukan transmisi data paket secara pribadi, dengan enkripsi Perlu penerapan teknologi tertentu agar walaupun menggunakan medium yang umum, tetapi traffic (lalu lintas) antar remote-site tidak dapat disadap dengan mudah, juga tidak memungkinkan pihak lain untuk menyusupkan traffic yang tidak semestinya ke dalam remote-site.

VPN adalah sebuah koneksi Virtual yang bersifat privat mengapa disebut demikian karena pada dasarnya jaringan ini tidak ada secara fisik hanya berupa jaringan virtual dan mengapa disebut privat karena jaringan ini merupakan jaringan yang sifatnya privat yang tidak semua orang bisa mengaksesnya. VPN Menghubungkan PC dengan jaringan publik atau internet namun sifatnya privat, karena bersifat privat maka tidak semua orang bisa terkoneksi ke jaringan ini dan mengaksesnya. Oleh karena itu diperlukan keamanan data

Konsep kerja VPN pada dasarnya VPN Membutuhkan sebuah server yang berfungsi sebagai penghubung antar PC. Jika digambarkan kira-kira seperti ini :
internet <—> VPN Server <—-> VPN Client <—-> Client
bila digunakan untuk menghubungkan 2 komputer secara private dengan jaringan internet maka seperti ini: Komputer A <—> VPN Clinet <—> Internet <—> VPN Server <—> VPN Client <—> Komputer B
Jadi semua koneksi diatur oleh VPN Server sehingga dibutuhkan kemampuan VPN Server yang memadai agar koneksinya bisa lancar. Pertama-tama VPN Server harus dikonfigurasi terlebih dahulu kemudian di client harus diinstall program VPN baru setelah itu bisa dikoneksikan. VPN di sisi client nanti akan membuat semacam koneksi virtual jadi nanti akan muncul VPN adater network semacam network adapter (Lan card) tetapi virtual. Tugas dari VPN Client ini adalah melakukan authentifikasi dan enkripsi/dekripsi.

Keamanan Dengan konsep demikian maka jaringan VPN ini menawarkan keamanan dan untraceable, tidak dapat terdeteksi sehingga IP kita tidak diketahui karena yang digunakan adalah IP Public milik VPN server. Dengan ada enkripsi dan dekripsi maka data yang lewat jaringan internet ini tidak dapat diakses oleh orang lain bahkan oleh client lain yang terhubung ke server VPN yang sama sekalipun. Karena kunci untuk membuka enkripsinya hanya diketahui oleh server VPN dan Client yang terhubung. Enkripsi dan dekripsi menyebabkan data tidak dapat dimodifikasi dan dibaca sehingga keamananya terjamin. Untuk menjebol data si pembajak data harus melalukan proses dekripsi tentunya untuk mencari rumus yang tepat dibutuhkan waktu yang sangat lama sehingga biasa menggunakan super computing untuk menjebol dan tentunya tidak semua orang memiliki PC dengan kemampuan super ini dan prosesnya rumit dan memakan waktu lama, agen-agen FBI atau CIA biasanya punya komputer semacam ini untuk membaca data-data rahasia yang dikirim melaui VPN.

Fungsi dan Manfaat VPN
Teknologi VPN memiliki tiga fungsi utama, di antaranya adalah :
  1. Confidentially : (Kerahasiaan)Teknologi VPN merupakan teknologi yang memanfaatkan jaringan publik yang tentunya sangat rawan terhadap pencurian data. Untuk itu, VPN menggunakan metode enkripsi untuk mengacak data yang lewat.
  2. Data Integrity (Keutuhan Data) : Ketika melewati jaringan internet, sebenarnya data telah berjalan sangat jauh melintasi berbagai negara.  Pada VPN terdapat teknologi yang dapat menjaga keutuhan data mulai dari data dikirim hingga data sampai di tempat tujuan.
  3. Origin Authentication (Autentikasi Sumber) : Teknologi VPN memiliki kemampuan untuk melakukan autentikasi terhadap sumber-sumber pengirim data yang akan diterimanya. VPN akan melakukan pemeriksaan terhadap semua data yang masuk dan mengambil informasi dari sumber datanya. 

Implementasi VPN 
Remote Access VPN
Pada umumnya implementasi VPN terdiri dari 2 macam. Pertama adalah remote access VPN, dan yang kedua adalah site-to-site VPN. Remote access yang biasa juga disebut virtual private dial-up network (VPDN), menghubungkan antara pengguna yang mobile dengan local area network (LAN).
Jenis VPN ini digunakan oleh pegawai perusahaan yang ingin terhubung ke jaringan khusus perusahaannya dari berbagai lokasi yang jauh (remote) dari perusahaannya. Biasanya perusahaan yang ingin membuat jaringan VPN tipe ini akan bekerjasama dengan enterprise service provider (ESP). ESP akan memberikan suatu network access server (NAS) bagi perusahaan tersebut. ESP juga akan menyediakan software klien untuk komputer-komputer yang digunakan pegawai perusahaan tersebut. 
Site-to-site VPN
Jenis implementasi VPN yang kedua adalah site-to-site VPN. Implementasi jenis ini menghubungkan antara 2 kantor atau lebih yang letaknya berjauhan, baik kantor yang dimiliki perusahaan itu sendiri maupun kantor perusahaan mitra kerjanya. VPN yang digunakan untuk menghubungkansuatu perusahaan dengan perusahaan lain (misalnya mitra kerja, supplier atau pelanggan) disebut ekstranet. Sedangkan bila VPN digunakan untuk menghubungkan kantor pusat dengan kantor cabang, implementasi ini termasuk jenis intranet site-to-site VPN.

Task 6 Konsep Keamanan Data

Edit Posted by with 2 comments

Pengertian Keamanan Komputer
Pengertian tentang keamanan komputer ini beragam-ragam, sebagai contoh dapat kita lihat beberapa defenisi keamanan komputer menurut para ahlinya, antara lain :
Menurut John D. Howard dalam bukunya “An Analysis of security incidents on the internet” menyatakan bahwa :
"Keamanan komputer adalah tindakan pencegahan dari serangan pengguna komputer atau pengakses jaringan yang tidak bertanggung jawab."
Menurut Gollmann pada tahun 1999 dalam bukunya “Computer Security” menyatakan bahwa :
"Keamanan komputer adalah berhubungan dengan pencegahan diri dan deteksi terhadap tindakan pengganggu yang tidak dikenali dalam system komputer."

Dengan semakin berkembangnya eCommerce dan internet, maka masalah keamanan tidak lagi masalah keamanan data belaka. Berikut pernyataan Erkki Liikanen yang disampaikannya pada Information Security Solutions Europe (ISSE 99), berlin 14 october 1999, antara lain :


  • Keamanan merupakan kunci pengaman user untuk lebih percaya diri dalam menggunakan komputer dan internet, ini hanya dapat dicapai jika bentuk keamanan terhubung dengan jaringan internet dan user memiliki jaminan keamanan yang sesuai.
  • Mengamankan pasar internal yang krusial untuk pengembangan selanjutnya pasar security Eropa, dan menciptakan industri kriptografi Eropa. Ini memerlukan evolusi metalitas peraturan dalam batas ketentuan nasional, mari berfikir dengan cara Eropa.
  • Pemeritah Eropa dan komisi lain berhadapan dengan kepercayaan penuh, kita lihat pasar dan dewan perwakilan telah membahasnya , kita harus melakukan pembicaraan lebih lanjut dan memusatkan pada hal perlindungan publik dari pada bahaya publik.
  • Akhirnya mempromosikan system sumber terbuka yang sesuai dengan teknologi adalah tahap penting untuk tahap ke depan guna membuka potensi pasar pengamanan industri kriptografi Eropa.

Dalam keamanan sistem komputer yang perlu kita lakukan adalah untuk mempersulit orang lain untuk mengganggu sistem yang kita pakai, baik itu kita menggunakan komputer yang sifatnya stand alone, jaringan local maupun jaringan global. Kita harus memastikan system bisa berjalan dengan baik dan kondusif, selain itu program aplikasinya masih bisa dipakai tanpa ada masalah.

Beberapa hal yang menjadikan kejahatan komputer terus terjadi dan cenderung meningkat adalah sebagai berikut :

  • Meningkatnya pengguna komputer dan internet
  • Banyaknya software yang pada awalnya digunakan untuk melakukan audit sebuah system dengan cara mencari kelemahan dan celah yang mungkin ada disalahgunakan untuk melakukan scanning system orang lain.
  • Banyaknya software-software untuk melakukan probe dan penyusupan yang tersedia di Internet dan bisa di download secara gratis.
  • Meningkatnya kemampuan pengguna komputer dan internet
  • Desentralisasi server sehingga lebih banyak system yang harus ditangani, sementara SDM terbatas.
  • Kurangnya huku yang mengatur kejahatan komputer.
  • Semakin banyaknya perusahaan yang menghubungkan jaringan LAN mereka ke Internet.
  • Meningkatnya aplikasi bisnis yang menggunakan internet.
  • Banyaknya software yang mempunyai kelemahan (bugs).

Aspek Keamanan Data Komputer   
Privacy / Confidentiality 
Defenisi : menjaga informasi dari orang yang tidak berhak mengakses.
Privacy : lebih kearah data-data yang sifatnya privat , Contoh : e-mail seorang pemakai (user) tidak boleh dibaca oleh administrator.
Confidentiality : berhubungan dengan data yang diberikan ke pihak lain untuk keperluan tertentu dan hanya diperbolehkan untuk keperluan tertentu tersebut.
Contoh : data-data yang sifatnya pribadi (seperti nama, tempat tanggal lahir, social security number, agama, status perkawinan, penyakit yang pernah diderita, nomor kartu kredit, dan sebagainya) harus dapat diproteksi dalam penggunaan dan penyebarannya.
Bentuk Serangan : usaha penyadapan (dengan program sniffer).
Usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan privacy dan confidentiality adalah dengan menggunakan teknologi kriptografi.

Integrity
Defenisi : informasi tidak boleh diubah tanpa seijin pemilik informasi.
Contoh : e-mail di intercept di tengah jalan, diubah isinya, kemudian diteruskan ke alamat yang dituju.
Bentuk serangan : Adanya virus, trojan horse, atau pemakai lain yang mengubah informasi tanpa ijin, “man in the middle attack” dimana seseorang menempatkan diri di tengah pembicaraan dan menyamar sebagai orang lain.

Authentication
Defenisi : metoda untuk menyatakan bahwa informasi betul-betul asli, atau orang yang mengakses atau memberikan informasi adalah betul-betul orang yang dimaksud.
Dukungan :
Adanya Tools membuktikan keaslian dokumen, dapat dilakukan dengan teknologi watermarking(untuk menjaga “intellectual property”, yaitu dengan menandai dokumen atau hasil karya dengan “tanda tangan” pembuat ) dan digital signature.
Access control, yaitu berkaitan dengan pembatasan orang yang dapat mengakses informasi. User harus menggunakan password, biometric (ciri-ciri khas orang), dan sejenisnya.

Availability
Defenisi : berhubungan dengan ketersediaan informasi ketika dibutuhkan.
Contoh hambatan :
“denial of service attack” (DoS attack), dimana server dikirimi permintaan (biasanya palsu) yang bertubi-tubi atau permintaan yang diluar perkiraan sehingga tidak dapat melayani permintaan lain atau bahkan sampai down, hang, crash.
mailbomb, dimana seorang pemakai dikirimi e-mail bertubi-tubi (katakan ribuan e-mail) dengan ukuran yang besar sehingga sang pemakai tidak dapat membuka e-mailnya atau kesulitan mengakses e-mailnya.

Access Control
Defenisi : cara pengaturan akses kepada informasi. berhubungan dengan masalah authentication dan juga privacy
Metode : menggunakan kombinasi userid/password atau dengan menggunakan mekanisme lain.

Non-repudiation
Defenisi : Aspek ini menjaga agar seseorang tidak dapat menyangkal telah melakukan sebuah transaksi. Dukungan bagi electronic commerce.

Kamis, 15 Maret 2012

Core layer, Distribution layer, and Access layer.

Edit Posted by with No comments
Model Jaringan Hierarki
·         Access Layer ( berhubungan langsung dengan end device, layer paling bawah)
·         Distribution Layer (menjembatani/menghubungkan antara access layer dengan core layer, biasanya berupa sekumpulan switch/hub menggunakan model VLAN, layer ada di tengah)
·         Core Layer (layer backbone berkecepatan tinggi, merupakan layer yang mampu menyebarkan jaringan internetwork menjadi bagian yang lebih kecil, layer tertinggi)


Keuntungan Jaringan Hierarki
·         Scalability : jaringan hierarki dapat diperluas/dikembangkan secara lebih mudah
·         Redundancy : menjamin ketersediaan jalur pada level core dan distribution
·         Performance :  performa switch pada layer core dan distribution leih handal (link aggregation)
·         Security : port keamanan pada level access dan aturan pada level distribution membuat jaringan lebih aman
·         Manageability : konsistensi antar switch pada tiap level membuat manajemen menjadi lebih mudah
·         Maintainability : modularitas desain hirarki mengijinkan jaringan dibagi-bagi tanpa menambah kerumitan
Prinsip Desain Jaringan Hierarki
·         Network Diameter : jumlah switch dalam suatu jalur pengiriman antara dua titik device
·         Bandwidth Aggregation : bagaimana mengimplementasikan kombinasi beberapa jalur diantara dua switch ke dalam satu logical link
·         Redundant Links : digunakan untuk menjamin ketersediaan jaringan melalui beberapa jalur yang mungkin
Suatu jaringan yang konvergen (Converged Network) merupakan usaha pembagian jaringan berdasarkan tipe datanya untuk mengoptimalkan trafik jaringan, misalnya Voice Network, Video Network, dan Data Network.
Penggunaan switch pada jaringan hierarki bertujuan untuk mengelompokkan dan membagi jalur pengiriman data. Misal suatu perusahaan terbagi atas jaringan untuk departemen HR, Keuangan, dan Data Center.

1.  Core Layer
Pada layer ini bertanggung jawab untu mengirim traffic scara cepat dan andal. Tujuannya hanyalah men-switch traffic secepat mungkin (dipengaruhi oleh kecepatan dan latency). Kegagalan pada core layer dan desain fault tolerance untuk level ini dapat dibuat sbb :
Yang tidak boleh dilakukan :
·         tidak diperkenankan menggunakan access list, packet filtering, atau routing VLAN.
·         tidak diperkenankan mendukung akses workgroup.
·         tidak diperkenankan memperluas jaringan dengan kecepatan dan kapasitas yang lebih besar.
Yang boleh dilakukan :
·         melakukan desain untuk keandalan yang tinggi ( FDDI, Fast Ethernet dengan link yang redundan atau ATM).
·         melakukan desain untuk kecepatan dan latency rendah.
·         menggunakan protocol routing dengan waktu konvergensi yang rendah.
CORE Layer Features
  • Layer 3 Support
  • Very high forwarding rate
  • Gigabit Ethernet/10Gigabit Ethernet
  • Redundant components
  • Link Aggregation
  • QoS

2.  Distribution Layer
Pada layer ini sering disebut juga workgroup layer, merupaan titik komunikasi antara access layer dan core layer. Fungsi utamanya adalah routing, filtering, akses WAN, dan menentukan akses core layer jika diperlukan. Menentukan path tercepat/terbaik dan mengirim request ke core layer. Core layer kemudian dengan cepat mengirim request tersebut ke service yang sesuai.
Distribution Layer Features
·         Layer 3 Support
·         High forwarding rate
·         Gigabit Ethernet/10Gigabit Ethernet
·         Redundant components
·         Security policies/Access Control Lists
·         Link Aggregation
·         QoS
3.  Access Layer
Pada layer ini menyediakan aksess jaringan untuk user/workgroup dan mengontrol akses dan end user local ke Internetwork. Sering di sebut juga desktop layer. Resource yang paling dibutuhkan oleh user akan disediakan secara local. Kelanjutan penggunaan access list dan filter, tempat pembuatan collision domain yang terpisah (segmentasi). Teknologi seperti Ethernet switching tampak pada layer ini serta menjadi tempat dilakukannya routing statis.
ACCESS Layer Features
·         Port keamanan
·         VLANs
·         Fast Ethernet/Gigabit Ethernet
·         Power over Ethernet (PoE)
·         Link aggregation
·         Quality of Service (QoS)
Kebetulan dalam jaringan Internal UAD sudah menerapkan desain tersebut diatas dengan detail spesifikasi teknis sbb:
·         Core Layer di tangani mesin core.uad.ac.id BSD Minded dipadukan dengan Cisco Catalyst L3 (support multilayer) [118.97.x.x] dimana menangani jalur backbone utama ke ISP dan jalur Inherent
·         Distribution Layer di tangani mesin router Mikrotik 3.23 level 6 menangani routing terpusat, jadi semua unit /lokasi tidak ada NAT kecuali untuk Lab, sehingga kita bisa terhubung ke semua device pada masing-masing unit /kampus.
·         Access Layer ditangani mesin Mikrotik Router 3.23 level 6 dengan di bantu managable switch besutan Nortel dengan spesifikasi Nortel 2550T menangani VLAN di masing-masing kampus.

Rabu, 07 Maret 2012

VLSM (Variable Length Subnet Mask)

Edit Posted by with No comments
VLSM adalah suatu teknik untuk mengurangi jumlah terbuang [ruang;spasi] alamat. Sebagai ganti memberi suatu kelas lengkap A, B atau C jaringan [bagi/kepada] suatu Admin, kita dapat memberi suatu subnet ke seseorang, dan dia dapat lebih lanjut membagi lebih lanjut  membagi subnet ke dalam beberapa subnets.
Oleh karena lebar dari subnet akan diperkecil, maka disebut dengan variable subnet length mask Jaringan yang berkaitan dengan router serial interface hanya mempunyai 2 alamat, oleh karena itu jika kita memberi suatu subnet, mungkin paling kecil adalah (/ 30) untuk itu.
VLSM merupakan implementasi pengalokasian blok IP yang dilakukan oleh pemilik network (network administrator) dari blok IP yang telah diberikan padanya (sifatnya local dan tidak dikenal di internet, adapun keuntungan dari subnetting,VLSM :
  • Mengurangi lalu lintas jaringan (reduced network traffic)
  • Teroptimasinya unjuk kerja jaringan (optimized  network performance)
  • Pengelolaan yang disederhanakan (simplified management)
  • Membantu pengembangan jaringan ke jarak geografis yang jauh  (facilitated spanning of large geographical distance)
  • Menghemat ruang alamat
Perhitungan IP Address menggunakan metode VLSM adalah metode yang berbeda dengan memberikan suatu Network Address lebih dari satu subnet mask, jika menggunakan CIDR dimana suatu Network ID hanya memiliki satu subnet mask saja, perbedaan yang mendasar disini juga adalah terletak pada pembagian blok, pembagian blok VLSM bebas dan hanya dilakukan oleh si pemilik Network Address yang telah diberikan kepadanya atau dengan kata lain sebagai IP address local dan IP Address ini tidak dikenal dalam jaringan internet, namun tetap dapat melakukan koneksi kedalam jaringan internet, hal ini terjadi dikarenakan jaringan internet hanya mengenal IP Address berkelas.

Ø  Mengefisienkan alokasi IP blok subnet dalam network.
Contoh:
diberikan Class C network 204.24.93.0/24, ingin di subnet dengan kebutuhan berdasarkan jumlah host: netA=14 hosts, netB=28 hosts, netC=2 hosts, netD=7 hosts, netE=28 hosts. Secara keseluruhan terlihat untuk melakukan hal tersebut di butuhkan 5 bit host (2^5-2=30
hosts) dan 27 bit net, sehingga:
netA (14 hosts): 204.24.93.0/27    => ada 30 hosts; tidak terpakai 16 hosts
netB (28 hosts): 204.24.93.32/27   => ada 30 hosts; tidak terpakai  2 hosts
netC ( 2 hosts): 204.24.93.64/27   => ada 30 hosts; tidak terpakai 28 hosts
netD ( 7 hosts): 204.24.93.96/27   => ada 30 hosts; tidak terpakai 23 hosts
netE (28 hosts): 204.24.93.128/27  => ada 30 hosts; tidak terpakai  2 hosts
Untuk mengatasi terjadi pemborosan dalam pengalokasian IP public dapat digunakan metoda VLSM, yaitu dengan cara sebagai berikut:
    1.    buat urutan berdasarkan penggunaan jumlah host terbanyak (14,28,2,7,28 menjadi     28,28,14,7,2).
      2.    tentukan blok subnet berdasarkan kebutuhan host:
      28 hosts + 1 network + 1 broadcast = 30  --> menjadi 32 ip ( /27 )
      14 hosts + 1 network + 1 broadcast = 16  --> menjadi 16 ip ( /28 )
       7 hosts + 1 network + 1 broadcast =  9  --> menjadi 16 ip ( /28 )
       2 hosts + 1 network + 1 broadcast =  4  --> menjadi  4 ip ( /30 )
Sehingga blok subnet-nya menjadi:
netB (28 hosts): 204.24.93.0/27   => ada 30 hosts; tidak terpakai 2 hosts
netE (28 hosts): 204.24.93.32/27  => ada 30 hosts; tidak terpakai 2 hosts
netA (14 hosts): 204.24.93.64/28  => ada 14 hosts; tidak terpakai 0 hosts
netD ( 7 hosts): 204.24.93.80/28  => ada 14 hosts; tidak terpakai 7 hosts
netC ( 2 hosts): 204.24.93.96/30  => ada  2 hosts; tidak terpakai 0 hosts

Ø  Menghitung Blok Subnet VLSM
diketahui IP address 130.20.0.0/20
1. Kita hitung jumlah subnet terlebih dahulu menggunakan CIDR, maka didapat
          11111111.11111111.11110000.00000000 = /20
      2. Jumlah angka binary 1 pada 2 oktat terakhir subnet adalah 4 maka 
        Jumlah subnet=(2x)=24=16
         Maka blok tiap subnetnya adalah :
       - Blok subnet ke 1 = 130.20.0.0/20
       - Blok subnet ke 2 = 130.20.16.0/20
       - Blok subnet ke 3 = 130.20.32.0/20 Dst …
       - Blok subnet ke 16 = 130.20.240.0/20
     3. Selanjutnya kita ambil nilai blok ke 3 dari hasil CIDR yaitu 130.20.32.0
       Kita pecah menjadi 16 blok subnet, dimana nilai 16 diambil dari hasil
       perhitungan subnet pertama yaitu /20 = (2x) = 24 = 16 
          4. Selanjutnya nilai subnet di ubah tergantung kebutuhan untuk pembahasan ini
         kita gunakan /24, maka didapat 130.20.32.0/24 kemudian diperbanyak
          menjadi 16 blok lagi sehingga didapat 16 blok baru yaitu :
-       Blok subnet VLSM 1-1 = 130.20.32.0/24
-       Blok subnet VLSM 1-2 = 130.20.33.0/24
-       Blok subnet VLSM 1-3 = 130.20.34.0/24
-       Blok subnet VLSM 1-4 = 130.20.35.0/24
-       Dst …
-       Blok subnet VLSM 1-16 = = 130.20.47/24
      
             5.  Selanjutnya kita ambil kembali nilai ke 1 dari blok subnet VLSM 1-1 yaitu
           130.20.32.0 kemudian kita pecah menjadi 16:2 = 8 blok subnet lagi, namun
            oktat ke 4 pada Network ID yang kita ubah juga menjadi 8 blok kelipatan
            dari 32 sehingga didapat :
-       Blok subnet VLSM 2-1 = 130.20.32.0/27
-       Blok subnet VLSM 2-2 = 130.20.32.32/27
-       Blok subnet VLSM 2-3 = 130.20.33.64/27
-       Blok subnet VLSM 2-4 = 130.20.34.96/27
-       Blok subnet VLSM 2-5 = 130.20.35.128/27
-       Blok subnet VLSM 2-6 = 130.20.36.160/27
-       Blok subnet VLSM 2-1 = 130.20.37.192/27 
-       Blok subnet VLSM 2-1 = 130.20.38.224/27

CIDR (Classless Inter-Domain Routing)

Edit Posted by with No comments
Classless Inter-Domain Routing (disingkat menjadi CIDR) adalah sebuah cara alternatif untuk mengklasifikasikan alamat-alamat IP berbeda dengan sistem klasifikasi ke dalam kelas A, kelas B, kelas C, kelas D, dan kelas E.
CIDR pada dasarnya adalah metode yang digunakan oleh ISP (Internet Service Provider) untuk mengalokasikan sejumlah alamat pada suatu perusahaan, ke setiap tempat para pengguna layanan dari ISP tersebut, dalam hal ini ISP menyediakan alamat dalam ukuran blok (block size) tertentu.
Dari mulanya CIDR dikembangkan untuk penggabungan network yang dibentuk oleh beberapa router internet dan lazimnya CIDR diimplementasikan oleh provider Internet, jika diperlukan CIDR dapat juga diimplementasikan untuk keperluan LAN, sepanjang system operasi atau protocol yang digunakan sudah mendukung CIDR
Impelementasi CIDR memerlukan perubahan khusus pada protocol routing, sehingga pada awal pengembangan CIDR, protocol routing seperti BGP (Border Gateway Protocol) dan OSFF (Open Shortest Path First) masih belum mendukung CIDR, namun sekarang kedua jenis protocol ini sudah mendukung CIDR.
CIDR merupakan mekanisme routing yang lebih efisien, yakni dengan membagi alamat IP jaringan ke dalam kelas-kelas A, B, dan C. misal seorang netadmin ingin membagi bandwith dengan kapasitas yang berbeda pada range IP yang berbeda, contoh 192.168.25.2 - 192.168.25.125 sebesar 20kbps dan 192.168.25.125 - 192.168.25.130 sebesar 15kbps.
Hal tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan script ini untuk membantu kita menghitung / mengkonversi range IP tersebut menjadi format CIDR, yaitu :
CIDR: 192.168.25.0/25 IP Range: 192.168.25.2 - 192.168.25.125
CIDR: 192.168.25.0/24 IP Range: 192.168.25.125 - 192.168.25.130

Ø  Tabel CIDR
CIDR        Subnet Mask             Jumlah Host
/32             255.255.255.255      1
/31             255.255.255.254      2
/30             255.255.255.252      4
/29             255.255.255.248      8
/28             255.255.255.240      16
/27             255.255.255.224      32
/26             255.255.255.192      64
/25             255.255.255.128      128
/24             255.255.255.0           256
/23             255.255.254.0           512
/22             255.255.252.0           1,024
/21             255.255.248.0           2,048
/20             255.255.240.0           4,096
/19             255.255.224.0           8,192
/18             255.255.192.0           16,384
/17             255.255.128.0           32,768
/16             255.255.0.0               65,536
/15             255.254.0.0               131,072
/14             255.252.0.0               262,144
/13             255.248.0.0               524,288
/12             255.240.0.0               1,048,576
/11             255.224.0.0               2,097,152
/10             255.192.0.0               4,194,304
/9               255.128.0.0               8,388,608
/8               255.0.0.0                    16,777,216
/7               254.0.0.0                    33,554,432
/6               252.0.0.0                    67,108,864
/5               248.0.0.0                    134,217,728
/4               240.0.0.0                    268,435,456
/3               224.0.0.0                    536,870,912
/2               192.0.0.0                    1,073,741,824
/1               128.0.0.0                    2,147,483,648
/0               0.0.0.0                        4,294,967,296
Classful Ranges
0.0.0.0 – 127.255.255.255
128.0.0.0 – 191.255.255.255
192.0.0.0 – 223.255.255.255
224.0.0.0 – 239.255.255.255
240.0.0.0 – 255.255.255.255
Reserved Ranges
RFC1918             10.0.0.0          –          10.255.255.255
Localhost             127.0.0.0        –          127.255.255.255
RFC1918             172.16.0.0     –          172.31.255.255
RFC1918             192.168.0.0   –          192.168.255.255
Ø  Classless Routing Protocols
o   RIP v2
o   EIGRP
o   OSPF
o   IS-IS
o   BGP

Ø  Langkah-langkah Menghitung Ringkasan Route
1.    Menulis daftar jaringan dengan format biner
192.168.0.0 11000000.10101000.00000000.00000000
192.168.2.0 11000000.10101000.00000010.00000000
192.168.4.0 11000000.10101000.00000100.00000000
192.168.8.0 11000000.10101000.00001000.00000000
2.    Hitung angka mulai dari sebelah kiri yang paling cocok untuk mengungkap mask
192.168.0.0  11000000.10101000.00000000.00000000
192.168.2.0   11000000.10101000.00000010.00000000
192.168.4.0   11000000.10101000.00000100.00000000
192.168.8.0   11000000.10101000.00001000.00000000

Ada 20 bit yang sesuai, maka /20 atau 255.255.240.0
3.    Salin bit-bit yang cocok dan tambahkan angka nol.
192.168.0.0  11000000.10101000.00000000.00000000
                                    Salinan                          Tambah angka nol
Keempat jaringan akan menjadi 192.168.0.0/20